Jumat, 28 Maret 2008

Resep Awet Enom Mas Kancil 'n Mbak Herwin


Kepingin awet enom seperti Mas Kancil dan Mbak Herwin? Silahkan coba resep gaya hidup di bawah ini:

If you want to slow down or even reverse your body’s aging, then practice one or more of the following:

1. Change your perception of time. Don't be in a hurry.
2. Get restful sleep.
3. Eat fresh, nutritious food.
4. Take at least two multivitamins with minerals every day.
5. Practice a mind body technique such as yoga or tai chi.
6. Exercise regularly.
7. Don't put toxins in your life, including toxic food, toxic emotions, and avoid toxic environments or toxic relationships.
8. Have a flexible attitude to minor hassles.
9. Look at so-called problems as opportunities.
10. Nurture loving relationships.
11. Always have an attitude of curiosity, learning, and wonder and spend time with children.

Copyright © 2007 Intent and Intentblog.com. All Rights Reserved.

". . .tul, betul . . . resep awet nom Mas Kancil memang manjur. Mas Kancil sendiri bukan main. Walaupun umurnya sudah 30 tahun, tapi masih kelihatan seperti umur 20 tahun. Ikuti anjuran hidup sehat Mas Kancil . . ." (Effendi Gazali - Republik Mimpi)

Kamis, 27 Maret 2008

Bambang Andjar Soepeno dan Keluarga


Tampilkan Foto Keluarga Anda di Blog ini agar handai taulan Artaga dapat mengenalinya

Hidup Gembira Awet Muda ARTAGA



Apabila Kesehatan Anda ingin terjaga terutama dari serangan stress, stroke, anfal, mari bergabung dengan kami untuk bernyanyi dan berdansa ria di Gedung PWI, di rumahnya Bapak Subdoro, di Jalan Salahutu setiap hari Rabu malam. Ayo Co! Ojo Males-males Menghibur diri sendiri! Hilangkan segala rasa duka , ciptakan rasa gembira (HIGAM ARTAGA)HIdup Gembira Awet Muda Arek TAman GAyam... (Bambang Andjar Soepeno)


p.s. Salam untuk arek-arek Taman Gayam, dari Hanie, Rotterdam, eks Jalan Delima. Masih ada yang kenal aku nggak?

Rabu, 26 Maret 2008

Foto-foto Tercecer



Silahkan "klik" untuk memperbesar tampilan foto-foto

Foto Pernikahan

SELAMAT MENEMPUH LAP KE-2
Acara pernikahan rekan Hari Budiman telah berjalan lancar, sederhana tapi meriah, demikian dilaporkan oleh sejumlah rekan yang hadir. Berikut beberapa foto yang sempat diambil oleh rekan Denny D. Cahyadi:


Rabu, 12 Maret 2008

Warta Gembira

Rekan kita, yang selama ini kita kenal sebagai salah seorang pegiat Artaga, akan melangsungkan pernikahan dengan sang pilihan hatinya:

Hari Budiman
dengan
Herwin Sumariyati

Resepsi Pernikahan: Jumat, 21 Maret 2008
Pukul 19:00
Bertempat di Rumah Pondok Blimbing Indah B 3-5
Araya - Malang

Kepada kedua mempelai yang berbahagia, kita semua mengucapkan selamat, semoga Allah swt memberkahi niat bak anda berdua.

n.b.: Acara akad nikah akan diselenggarakan di hari dan tempat yang sama, pagi harinya pukul 9:00

Jumat, 11 Januari 2008

Malang Tempo Doeloe

Penganter: Ini toelisan saja tampilken sebage penambahan jang ditoelis oleh Mbah Soekardji Ranoeprawiro jang mantan seorang wartawan dan pejoeangan, atas toelisan-toelisan dari Opa Kwee Thiam Tjing sewaktoe ia berada dikota Malang taon 1941-47 sewaktoe ia boeat boekoe Indonesia dalem Api dan Bara. Tjamboek Berdoeri 28.
Tempat Hiboeran Tempo Doeloe
Oleh Mbah Sukardji Ranuprawiro (70 th.)
Mantan Wartawan dan Pejuang GRK

Sarana hiburan utama di jaman itu adalah bioskop. Gedung-gedungnya berlokasi dikawasan tempat kerarmaian kota. Di Kayutangan terletak gedung bioskop 'Roxy' yang sekarang menjadi 'Mardeka'. Di JI. Merdeka Timur (dulu 'Aloen-aloen Oost'), Gedung 'Rex' kemudian menjadi 'Ria' dan sekarang berubah menjadi gedung 'Lippo Bank'. Terletak berdampingan di Jl. KH. Agus Salim gedung bioskop 'Globe' (Surya) dan 'Grand' (Agung). Keduanya sekarang tinggal namanya seja Gadungnya berubah menjadi pusat parbelanjaan 'Mitra I'. Di bagian timur Jl. KH. Agus Salim itu terdapat gedung bioskop 'Atrium' yang kemudian menjadi 'Ratna' dan sekarang berubah total menjadi pusat perbelanjaan 'Malang Plaza'.
Kalau semua gedung bioskop itu terbuka untuk umum (seluruh warga kota) maka 'Atrium' itu merupakan gedung bioskop 'rasialis'. Hanya orang-orang Belanda saja yang boleh menonton disitu, baik sipil maupun militer. Hanya golongan bintara serdadu Knil non Belanda saja yang diperbolehkan masuk menonton pertunjukkan film di 'Atrium' dan mereka diharuskan berpakaian seragam hijau. Di sudut Jl. KH. Agus Salim dan Jl. Zainul Arifin (Kidul Dalem) berlokasi sebuah gedung bioskop 'Flora', tak lagi digunakan sebagai gedung bioskop tapi berubah fungsi sebagai tempat pertunjukkan wayang orang atau ketoprak.

Di Jl. Gatot Subroto (dulu 'Meubelmaker Straat') Gang 'Brintik' terdapat sebuah gedung pertunjukkan bernama 'Orient" dan di jaman 'tempo doeloe' digunakan sebagai tempat pementasan ludruk. Sebuah lainnya lagi di Jl. Gatot Subroto bernama 'Centrum' dan sampai sekarang tetap berfungsi sebagai gedung bioskop dengan nama 'Jaya'.
Di Jl. Klenteng berlokasi gedung bioskop 'Emma' yang sekarang berubah menjadi 'Mulia'. Di gedung 'Mulia' itu dulu diputar film-film Indonesia produksi Perusahaan Film Tan dan Wong Bros. Menampilkan bintang-bintang film hebat seperti Raden Mochtar, mendiang suami isteri Kartolo - Miss Rukiati (orang tua kandung penyanyi Rahmat Kartolo), Miss Titing, Miss Annie Landouw (tuna netra), R. Kosasih, Effendi, Dadang Ismail, R. Djumala, Rodiah dan lain-lain. Perusahaan Film 'Java lndustrial Film - JIF' menampilkan 'Tarzan Indonesia' almarhum Moch. Mochtar, almarhuman Hadidjah (ibu kandung pemain biola terkenal Idris Sardi), Tan Tjeng Bok (almarhum), M. Bissu (almarhum) dan lain-lain lagi. Setiap kali memutar film Indonesia produksi kedua perusahaan film itu gedung 'Emma' selalu penuh penonton. Harga karcis di luar loket meningkat beberapa kali lipat. Bahkan gara-gara selembar karcis bisa menimbulkan perkelahian di antara penonton.